Deposito adalah salah satu produk dari lembaga  perbankan yang memberikan layanan penyimpanan dana tanpa ditarik dalam jangka waktu tertentu dan akan diberikan suku bunga yang lebih tinggi dari suku bunga tabungan biasa.

Adapun perbedaaan antara menyimpan di bank dalam bentuk tabungan dan deposito adalah dari cara pengambilannya jika hanya menabung biasa kita bisa mengangabil kapan pun dibutuhkan sedangakan utuk deposito tidak.

Apa Itu Deposito?, Pengertian dan Penjelasan

Deposito merupakan tabungan dengan  jangka waktu tertentu yang mana selama jangka waktu tertentu, dana Anda di deposito tidak bisa ditarik atau akan menanggung resiko penalti jika tidak sesuai perjanjian. Deposito menjadi pilihan aman untuk menabung karena tidak bisa setiap saat mengambil tunai dengan mudah jadi uang tetap utuh.  selain itu menjadi alternatif investasi apabila tidak terlalu pintar mengelola uang. Hal ini akan membantu para nasabah untuk mengatur keuangan pribadi terutama untuk kebutuhan jangka panjang.

Seperti yang sudah dijelaskan mengenai arti deposito, penyimpanan dana dalam bentuk deposito ini akan memberikan bunga yang lebih tinggi dibandingkan bunga untuk tabungan. mempunyai Bunga tinggi dan sifatnya tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu ini menjadikan deposito termasuk dalam golongan investasi yang cukup menguntungkan , sama halnya dengan saham, reksa dana, dan obligasi. Keuntungan yang diberikan dari deposito terbilang relatif lebih baik karena tidak ada risiko kerugian yang mungkin terjadi dan menimpa nasabah hal ini membuat beberapa orang yang tidak mempunyai kemampuan memutar uang menjadi menguntungkan. Maka tak heran bila deposito ini kerap digunakan sebagai portofolio investasi. berikut adalah manfaat dari deposito

Manfaat dan Keuntungan Deposito

Deposito memiliki beberapa keuntungan dan manfaat, yaitu:

  1. Suku bunga deposito lebih tinggi dibandingkan produk tabungan biasa. seperti yang sudah dikatakan diatas tadi bunga deposito sangat tinggi dibanding dengan  tabungan biasa karena tidak bisa diambil sewaktu-waktu
  2. Relatif aman, karena dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). salah satu keuntungan deposito adalah dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) membuat nya menjadi sangat aman.
  3. Memiliki risiko rendah, karena uang tidak akan hilang atau berkurang. berbeda apabila kita berinvestasi dibidang lain uang sangat beresiko hilang ataupun berkurang(rugi)
  4. Mudah diakses, kita dapat mengajukan deposito kemanapun bank yang diinginkan
  5. Dapat dijadikan sebagai jaminan kredit, salah satu keutungan deposito adalah dapat dijadikan jaminan kredit
  6. Syarat untuk mendapatkan deposito relatif mudah selain mudah diakses syarat mengajukan deposito juga sangat mudah

Risiko Kerugian dan Kekurangan Membuka Deposito

Deposito memiliki resiko resiko kerugian yang mungkin terjadi, antara lain :

  1. Bunga relatif lebih kecil dibandingkan investasi sektor rill. walaupun investasi ini terlihat sangat aman namun keuntungan dibanding investasi lainnya mungkin lebih sedikit
  2. Uang tertahan di bank sampai jatuh tempo. seperti yang sudah dikatakan tadi untuk mengambil uang deposito ini harus menunggu sampai jatuh tempo
  3. Pajak bunga deposito cukup besar dibandingkan produk perbankan lainnya deposito mempunyai pajak yang cukup besar.

Ketentuan Pajak Deposito

Deposito merupakan objek pajak, sehingga bunga yang akan anda terima terlebih dahulu dipotong pajak. Pajak yang dikenakan pada deposito sebesar 20% bila nilai deposito lebih dari Rp7.500.000 untuk deposito yang kurang dari Rp7.500.000 tidak dikenakan pajak.

Pajak tersebut akan mengurangi nilai suku bunga yang didapatkan oleh nasabah. Pajak bunga deposito tersebut berdasarkan peraturan direktorat jenderal pajak yaitu:

  1. PP 131 Tahun 2000 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI
  2. KMK-51/kmk.04/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI
  3. SE-01/PJ.43/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PP 131 Tahun 2000
  4. Biaya administrasi seperti produk perbankan lainya deposito juga terdapat biaya administrasi.

Jenis – Jenis Deposito

Deposito memiliki beberapa jenis yang berbeda, berikut adalah jenis -jenis Deposito yang dikenal masyarakat  ada 3 macam jenis, yaitu Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito dan Deposito On-Call.

  1. Deposito Berjangka, yaitu deposito yang umum dikenal masyarakat, Deposito berjangka adalah jenis tabungan berjangka Yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu. Deposito berjangka diterbitkan bisa dengan atas nama perorangan maupun lembaga. Uang yang disimpan, hanya bisa diambil ketika jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyetnya.
  2. Sertifikat Deposito, diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat. Sertifikat tersebut tidak mengacu pada nama seseorang atau lembaga tertentu, sehingga dapat dipindahtangankan dan sangat mungkin untuk diperjualbelikan.
  3. Deposito On Call, yaitu tabungan berjangka dengan waktu penyimpanan yang relatif singkat, minimal 7 hari dan paling lama hanya kurang dari 1 bulan. Deposito ini dikhususkan dalam jumlah yang besar.

Perhitungan Bunga Deposito

Sebelum memutuskan untuk bergabung dalam bank dan memiliki rekening deposito, ada baiknya bila Anda mengerti perhitungan bunga yang akan Anda terima dari rekening deposito terlebih dahulu.

Perlu Anda ketahui pula, walaupun semakin tinggi dana yang Anda depositokan akan memberikan Anda bunga yang tinggi pula, namun Anda akan dikenai potongan pajak untuk nominal dana tertentu. Biasanya nominal pembatas yang membuat bunga deposito Anda akan terpotong pajak adalah sebesar Rp7,5juta dengan persentase pajak sebesar 20%. Sekarang, bagaimana cara kita mengetahui keuntungan yang akan kita dapatkan dari deposito yang kita lakukan? Sebagai contoh akan diilustrasikan contoh kasus sebagai berikut:

Studi Kasus Contoh Perhitungan Deposito

Eva dan Evi adalah saudara kembar yang sama-sama memiliki kelebihan dana dan sama-sama ingin menyimpan kelebihan dana mereka pada rekening deposito. Namun, kelebihan dana milik Eva dan Evi nominalnya tidak sama. Eva memiliki kelebihan dana sebesar Rp5.000.000,00, sedangkan Evi memiliki kelebihan dana Rp10.000.000,00. Saudara kembar ini ingin menyimpan dananya dengan tenor 3 bulan. Bunga yang ditetapkan oleh bank untuk deposito dengan jangka waktu 3 bulan adalah 7,5%. Belum genap 3 bulan dana mereka tersimpan dalam rekening deposito, mereka ingin mengkalkulasi bunga yang akan didapatnya dari penyimpanan dana mereka. Perhitungannya dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan rumus berikut:

Bunga Deposito untuk Simpanan Kurang dari Rp7.500.000,00 (masa tenor dalam bulan)
Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x Tenor : 12

Bunga Deposito untuk Simpanan Lebih dari Sama Dengan Rp7.500.000,00 (masa tenor dalam bulan)
Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x Tenor : 12

Catatan: 80% yang terdapat pada rumus mencari bunga deposito untuk simpanan lebih dari Rp7.500.000,00 di atas adalah persentase dari keuntungan yang sudah dikurangi dengan persentase pajak sebesar 20%. Misalkan bunga deposito untuk tenor 12 bulan adalah 7,5% maka bunga deposito yang jumlah dana simpanannya lebih dari Rp7.500.000,00 secara riil harus dikurangi dengan 20% dari 7,5% yaitu sebesar 1,5%. Sehingga, bunga riil yang akan diterima pada deposito tenor 12 bulan dengan jumlah simpanan di atas Rp7.500.000,00 adalah 6%.

Perhitungan bunga deposito milik Eva:
Bunga deposito (per bulan) = Rp5.000.000 x 7,5% x 3 : 12 = Rp93.750,00

Perhitungan bunga deposito milik Evi:
Bunga deposito (per bulan) = Rp10.000.000 x 6% x 3 : 12 = Rp150.000,00

Dengan demikian, dapat dilihat pengumpulan bunga deposito per bulan yang akan di terima Eva dan Evi setiap bulannya selama 3 bulan (sesuai dengan tenor mereka). Eva akan mendapatkan bunga deposito selama tiga bulan sebesar Rp93.750,00 dan Evi akan mendapatkan bunga deposito per bulan mencapai Rp150.000,00.

Perhitungan bunga ini juga bisa didapatkan dalam perhitungan waktu harian. Rumusnya hampir sama dengan bunga deposito dalam tenor bulanan, yani sebagai berikut:

Bunga Deposito untuk Simpanan Kurang dari Rp7.500.000,00 (masa tenor dalam hari)
Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x jumlah hari : 365

Bunga Deposito untuk Simpanan Lebih dari Sama Dengan Rp 7.500.000,00 (masa tenor dalam hari)
Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x jumlah hari : 365

Mengambil contoh kasus yang sama, apabila saudara kembar Eva dan Evi sama-sama ingin mengetahui bunga yang akan mereka dapatkan setiap harinya – dengan asumsi 1 bulan sama dengan 30 hari dan 1 tahun sama dengan 365 hari – maka kita akan dapat mengkalkulasikan bunga deposito keduanya dalam perhitungan rumus sebagai berikut

Perhitungan bunga deposito milik Eva:
Bunga deposito (per hari) = Rp5.000.000 x 7,5% x 90 : 365 = Rp92.465,75

Perhitungan bunga deposito milik Evi:
Bunga deposito (per hari) = Rp10.000.000 x 6% x 90 : 365 = Rp147.945,21

Incoming search terms:

  • bank untuk deposito dan nominalnya
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here