Perhitungan nilai persen suatu angka atau nominal merupakan rumus dasar yang dipelajari pada pelajaran SD dan SMP. Rumus persen ini digunakan untuk mencari jumlah persentasi sebuah nilai penjualan maupun nilai keuntungan. Dalam pengertian bahasa matematikanya adalah sebuah rasio (Perbandingan) dlm bentuk angka untuk menyatakan nilai pecahan dari seratus dan Persen sering disamakan dg Persentase karena maksud dan tujuannya memang sama.

Rumus Mencari Persen atau Rumus Persentase matematika nya ditunjukan dg menggunakan simbol %. walaupun Rumus Matematika Persentase merupakan pelajaran anak – anak SD dan SMP namun tidak jarang muncul juga dalam Soal – Soal Matematika Persentase di ujian penerimaan pegawai baru dan berbagai ujian masuk lainnya selain itu dalam kehidupan sehari hari juga digunakan seperti menghitung diskon, menghitung bunga bank sehingga mempelajari Rumus Persen Matematika ini sangat berguna.

Berikut diberikan penjelasan kepada anda tentang Rumus Mencari Persentase dan Cara Mencari Rumus Persen secara detail pada anda dan dilengkapi dengan contoh Soal Matematika Persentase secara lengkap sehingga memudahkan anda dlm memahami salah satu Rumus Matematika Dasar ini. Rumus Menghitung Persentase sendiri sebenarnya sangat sederhana dan sangat mudah untuk dipahami namun terkadang seseorang sering lupa karena Rumus Matematika SD tersebut sudah jarang untuk digunakan lagi.

Untuk Rumus Menghitung Persentase memiliki 2 jenis Rumus Matematika turunan yg antara lain Nilai Persen = Nilai Persen x Nilai Pecahan / 100 berikut contohnya seperti dibawah ini.

Cara Menghitung Persen

Sebuah Toko Kosmetik CiBUBU menjual sebuah alat makeup alas bedak seharga Rp 30.000, lalu memberi diskon sebesar 5%. Bagaimana mencari 5% dari 30.000, dan berapa harga jual akhir dari alas bedak tersebut?

Rumus untuk menghitung persentase harga adalah sebagai berikut :

Jawaban :

nilai persen adalah = [nilai persen] x [nilai pecahan]/[100]

5% x 30.000/100

5 x 300 =1.500

Jadi Harga Jual Baju Setelah Diskon adalah 30.000 – 1.500 = 28.500

Seanjutnya Rumus Mencari Persentase yang ke-dua adalah Nilai Persen = Nilai / Nilai Pecahan x 100 dan contoh soal matematika persentase ada dibawah ini.

Sebaliknya dari contoh soal diatas, dimana mencari nilai dari suatu persentase, jika kita sudah mengetahui nilai dari suatu pecahan dan ingin mencari persentasenya, seperti contoh sebelumnya, kita akan mencari 1.500 dari 30.000, berapa persen?

Perhitungannya sebagai berikut

persen = [nilai]:[nilai pecahan]x[100]

1.500:30.000×100 = 5%

Soal Matematika Menghitung Persentase

Untuk memudahkan anda dalam memahami materi Rumus Mencari Persentase kami akan menambahkan beberapa soal tentang materi rumus mencari persentase. Penjelasan diatas mungkin dirasa masih sangat membingungkan jadi kami akan memperjelas dengan memberi contoh soal yang lebih mendetail sesuai dengan aplikasi di kehidupan sehari-hari. Anda dapat menyikmak penjelasan jawaban dari soal-soal matematika mencari persentase secara lengkap seperti dibawah ini.

BACA JUGA  Menghitung NPV Net Present Value

1. Contoh Soal Menghitung Persen

Ada sebuah cangkir yang isinya 300 ml air, lalu ditambahkan lagi dengan 30 ml air. Berapa total persen kenaikan volume air ?

Pembahasan

Maka persen kenaikan volume air adalah

(30 ml/300 ml) x 100 = 10%

2. Contoh Soal Menghitung Persen

Sebuah baju berharga Rp. 70.000 lalu baju itu ada diskon 10%, bagaimana mencari 10% dari 50.000, dan berapa harga sebetulnya dari baju itu ?

Cara I

Nilai persen = [Nilai Persen] x [100] x [Nilai Pecahan]

10 : 100 × 60.000 = 0.1 x 70.000 = 7.000

Cara II

Nilai persen = [Nilai Persen] x [Nilai Pecahan] : [100]

10 × 70.000/100 = 7.000

Maka harga baju = 70.000 – 7000 = 63.000

setelah tahu nilai dari suatu pecahan dan akan mencari persentasenya, seperti contoh di atas kita akan mencari 7.000 dari 70.000 itu berapa persen-nya ? kita bisa mengunakan rumus dibawah ini

Persen = [Nilai] : [Nilai Pecahan] x [100]

7.000 : 70.000×100 = 10%

3. Contoh Soal Menghitung Persen

Sinta memiliki sebuah pinjaman di bank 120,000,000 dengan angsuran perbulan 4,730,000 per tiap bulan selama 47 kali, berapakah persen angsuran tiap bulannya?

Jawab

Pinjaman 120.000.000
Angsuran 4.730.000/bln x 47= 222.310.000
% = 120.000.000/222.310.000 x 100
% = 53.97

Atau

Pinjaman 120.000.000 / 47 = 2.553.191
Angsuran 4.730.000
% = 2.553.191/4.730.000 x 100
% = 53,97

Cara Menghitung Persen Bunga

Berikut bagaimana cara menghitung persentase bunga bank dan juga kredit kendaraan bermotor dengan menerapkan rumus matematika yang simpel sekali serta gampang untuk di mengerti.

Cara Menghitung Bunga Bank

Cara menghitung bunga kredit bank seperti sama seperti menghitung jumlahnya bunga kredit kendaraan bermotor. Persentase sendiri maksudnya yaitu per seratus / dibagi 100.

Contoh
• 1% = 1:100
• 10% = 10:100
• 50% = 50:100

Sebagai contoh, kredit uang di bank dengan jumlah Rp 20.000.000,- selama 1 tahun dengan bunga 2% tiap bulannya. Jadi jumlah total bunga bank tersebut ialah ….

Bunga Bank = Rp 20.000.000 x 3%
Bunga Bank = Rp 20.000.000 x 2/100
Bunga Bank = Rp 40.000.000 / 100
Bunga Bank = Rp 400.000 (per bulan)

Apabila diakumulasikan totalnya dalam 12 bulan, jadi hanya dikalikan 12 bulan. Rp 400.000 x 12 bulan = Rp 4.800.000,-
Sekarang kita balik, kalau pinjaman kamu di bank sejumlah Rp 20.000.000 lalu bunganya masing masing bulan ialah Rp 150.000. Berapa persentasekah bunga tersebut ?

Jawab

Rp 150.000 / 20.000.000 = 0,0075

Untuk mendapatkan nilai %, angka desimal dikalikan dengan 100. Maka hasilnya adalah 0,75%

Cara Menghitung Bunga Bank Kredit Mobil atau Motor

Dalam kredit mobil atau motor Sebetulnya pihak dealer tak mengeluarkan kredit kendaraan namun begitu, pembayaran kendaraan dibayar secara lunas dari bank leasing kepada pihak dealer. Maka pembayaran seterusnya sama layaknya pinjam uang ke bank.

Dealer sekedar menyelesaikan urusan surat-surat kendaraan bermotor misalnya STNK, BPKB, serta Plat Nomor. Ke depannya dealer memiliki tanggung jawab atas garansi service selama berlangsungnya perjanjian dalam kontrak.

Bagaimana terkait DP (down payment) atau yang lazimnya kita ketahui dengan uang muka ? Bagaimana cara menghitungnya ?
Contohnya semacam ini, kamu memilih kredit motor Bebek pada salah satu dealer yang terdapat di kota kamu. Total harga sepeda tersebut anggaplah Rp 14 Juta serta kamu membayar uang mukanya sejumlah Rp 4 Juta.

BACA JUGA  Menghitung Luas Tanah Dengan Google Maps Online

Jadi sisa pokok harga yang wajib kamu lunasi ialah Rp 10 Juta. Nah total kredit yang dibayar oleh leasing kepada dealer ialah Rp 10 Juta (sesudah dikurangi DP).

Jadi gambarannya semacam ini :

Kamu memiliki uang Rp 4 Juta, untuk menutupi sisanya kamu meminjang ke leasing Rp 10 Juta dengan jaminan yaitu BPKB. Seluruh biayanya adalah Rp 15 Juta lalu digunakan dalam membeli motor bebek kepada dealer dengan harga Rp 14 Juta.

Contoh

Harga motor = Rp 14 Juta
DP = 4 Juta
Lama cicilan = 36 Bulan (3 tahun)

Berapa persen bunganya ?

Jawab

Bunga total (36 bulan) = Rp 400.000 x 36 = Rp 14.400.000
Bunga total (36 bulan) = Rp 14.400.000 – Rp 10.000.000 = Rp 4.400.000
Bunga total (36 bulan) = Rp 4.400.000 / 36 = Rp 122.222,-
Persentase Bunga = Rp 122.222 / Rp 10.000.000 = 0,012 atau 1,2% per bulan.
Total jumlah persentase bunga ini kira-kira sudah meliputi premi asuransi. Besar bunga dalam 1 tahun, 2 tahun, atau 3 tahun pastinya juga akan berbeda.

Begitulah cara menghitung bunga bank sekaligus juga serta bunga kredit kendaraan bermotor di leasing. Besar bunga beserta harga motor pada contoh di atas cuma sebuah taksiran saja, tidaklah angka yang sesungguhnya. Namun metode yang dipakai sesuai dengan di atas, hanya diubah angkanya saja.

Rumus Menghitung Diskon

Harga Diskon = Harga Awal x Persentase Diskon

Cara menghitung harga atas barang tertentu yang terkena diskon sebetulnya tak begitu susah amat, sebagai permisalan, jika sebuah barang memiliki harga Rp 400 ribu, lalu barangnya itu diberikan diskon sebesar 10%, jadi untuk awal-awal yang mesti kamu kerjakan ialah terlebih dulu menghitung berapa jumlah diskon yang sesungguhnya! Caranya bagaimana ?
Tinggal pakai saja rumus-rumus yang tertera di atas.

Harga diskon = harga mula-mula x persentase diskon
Harga diskon = Rp 400.000 x 10%
Harga diskon = Rp 400.000 x 10/100
Harga diskon = Rp 40.000,-

Sesudah kamu telah tahu besarnya diskonnya, baru kamu bisa mengetahui potongan harga pada barang tersebut. Jadi , total uang yang mesti kamu serahkan agar dapat membeli barang tersebut ialah…

Harga akhir = harga awal – harga diskon
Harga akhir = Rp 400.000 – Rp 40.000
Harga akhir = Rp 360.000,-

Maka harga yang mesti kamu bayar untuk barang tersebut yang telah dikurangi dengan diskon adalah Rp 360.000,-

Contoh Soal Menghitung Diskon

Berikut ini adalah beberapa contoh soal menghitung diskon sebagai bahan latihan kalian dirumah beserta cara penyelesaiannya.

Contoh Soal 1

Angga hendak membeli satu buah bunga dari kertas seharga Rp 125.000 lantaran ketika waktu itu lagi bertepatan pada perayaan tahun baru. Jadinya, bunga itu memperoleh diskon sebesar 40%. Berapa total biaya yang patut di bayar oleh Angga agar bisa membeli bunga dari kertas tersebut tersebut ?

Penyelesaian

Diketahui :
Harga mula-mula = Rp. 200.000
Harga diskon = harga mula-mula x persentase diskon
Harga diskon = Rp. 200.000 x 40%
Harga diskon = Rp. 200.000 x 40/100
Harga diskon = Rp. 80.000

BACA JUGA  Cara Menghitung Luas Tanah

Ditanyakan:
Harga akhir = … ?
Harga akhir = harga mula– harga diskon
Harga akhir = Rp. 200.000 – Rp. 80.000
Harga akhir = Rp. 120.000

Maka total biaya yang mesti dibayar Budi agar bisa membeli tas itu ialah Rp. 120.000

Contoh Soal 2

Ibu Rahma hendak membeli satu buah Lemari baru, sesudah memilih Lemari yang ia mau, Ibu Rahma kemudian mendatangi si kasir buat membayar lemari tersebut. Seusai dikasih potongan harga dengan jumlah 40% harga lemari tersebut jadi Rp. 650.000. Hitunglah berapa harga awal dari lemari tersebut sebelum dikasih diskon.

Penyelesaian

Diketahui :
Harga akhir = Rp. 650.000
persentase diskon = 50 %

Ditanyakan:
Harga mula-mula = …?
Pakai Logika perbandingan :
X% +Y% = Z %
50% + 50 % = 100 %
Rp X + Rp 650,000 = Rp Z
(Rp 650.000 x 50%) : 50 % = Rp 650,000

Maka Harga mula-mula ialah Rp 650,000 + Rp 650,000 = Rp 1,300,000
Maka harga mula-mula dari kulkas tersebut sebelum dipotong diskon ialah Rp 1,300,000

Demikianlah materi singkat tentang cara menghitung persen, cara menghitung diskon, dengan rumus menghitung persen dan rumus menghitung diskon lengkap disertai contoh soal dan cara menyelesaikannya.

Begitulah penjelasan cara menghitung persen untuk perhitungan matematis hingga menghitung persen dalam kasus kehidupan sehari-hari seperti persentase bunga, hutang hingga diskon.

Apa Itu Persen ?

Dalam matematika, persentase atau perseratus adalah adalah sebuah angka atau perbandingan (rasio) untuk menyatakan pecahan dari seratus. Persentase sering ditunjukkan dengan simbol “%”. Persentase juga digunakan meskipun bukan unsur ratusan. Bilangan itu kemudian diskalakan agar dapat dibandingkan dengan seratus. Sebagai contoh, 4 orang dosen sedang mengawas ujian di kampus, 3 dari mereka tak berkacamata, dan 1 orang berkacamata. Persentase dosen tak berkacamata adalah 3 dari 4 = 3/4 = 75/100 = 75%, sementara dosen berkacamata adalah 1 dari 4 = 1/4 = 25/100.

Apa Manfaat Persentase ?

Persentase amat berguna karena orang dapat membandingkan hal yang tidak sama angkanya. Sebagai contoh, nilai ujian sering menggunakan persentase, sehingga orang dapat membandingkan nilai tersebut meskipun jumlah pertanyaannya berbeda.

Bagaimana Sejarah Asal Mula Penggunaan Persentase  ?

Dahulu pada saat zaman Romawi Kuno, jauh sebelum munculnya sistem desimal yang memungkinkan menuliskan angka dengan ada angka di belakang koma, perhitungan untuk angka-angka tertentu sering di buat dalam fraksi-fraksi kelipatan 1/100. Di zaman romawi kuno dikenal adanya pajak lelang yang dihitung sebesar 1/100 dari nilai lelang yang dikenal dengan nama centesima rerum venalium. Perhitungan ini mirip dengan istilah persen yang kita kenal pada komputasi modern.

Pada abad-abad berikutnya, istilah pembagi 1/100 ini kemudian sering digunkan dalam berbagai penghitungan. Ia digunakan untuk mencari bagian dari sebuah bagian besar. Di akhir abad ke-15 persen sudah umum digunakan pada berbagai laporan seperti laporan laba rugi, suku bunga, penjualan, dan lain-lain. Pada abad ini pula penulisan persen mengalami perubahan. Dulu dituliskan dengan kata “percento” kemudian kata “per” digantikan oleh tanda miring “/” dan cento digantikan oleh dua tanda nol (0) yang kemudian kita kenal luas simbolnya persen sebagai “%”.

Incoming search terms:

  • berapa persen cicilan bungan di bank lpd
  • cicilan hp bunganya berapa persen
  • matematika : persen dalam kehidupan sehari-hari
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here